Label

Foto (1) Tugas Akhir (2) Tugas Kuliah (21) Video (1)

Rabu, 26 April 2017

Gugus Kendali Mutu

Tugas
PENGAWASAN MUTU DAN SERTIFIKASI PANGAN
“Gugus Kendali Mutu”


OLEH

DARWIN HAMENTE
D1C1 13 092




JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI DAN INDUSTRI PERTANIAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2016


A.    DEFINISI GUGUS KENDALI MUTU
Gugus Kendali Mutu adalah suatu sistim dalam manajemen usaha yang ditujukan untuk meningkatkan efisiensi, produktivitas dan mutu produksi, dalam rangka meningkatkan daya saing produk yang dihasilkan.Gugus Kendali Mutu idealnya terdiri dari tiga sampai sepuluh anggota dari pekerjaan sejenis, yang secara sukarela mengadakan pertemuan dengan teratur untuk menemukan, menganalisis, dan memecahkan masalah dalam bidang tugasnya.
B.     TUJUAN PROGRAM GUGUS KENDALI MUTU
Agar dapat mencapai sukses dalam program Gugus Kendali Mutuhal yang sangat menentukan adalah tujuan-tujuan (objective/goals).Terdapat sejumlahtujuanyangdapatdiselesaikandalamprogramGugus Kendali Mutu,antara lain:
a.      Pengembangan pribadi
Salahsatu unsur penting dalam suatu program GKM adalah pelatihanLatihan membantu mereka mengerti kebutuhan perusahaanorganisasi atau lembaga karena mendidik mereka berarti mempertahankan kemampuan mereka..
b.      Pengembangan bersama-sama
Setelah latihan dasar diselesaikanlalu dibentuk GKM di area yang orang-orangnya bekerja dalam suatu kelompok. Bekerja dalam suatu kelompok adalah berbeda dalam beberapa hal dengan bekerja sendirian untuk suatu pekerjaan.  Dalam program GKMapabila  suatu  kelompok  dipilih,  usaha  dari  semua   anggota kelompok adalah  krusial. Tanpa adanya pengertian kerjasamasuatu proyek  mungkin akan gagal. Dalam GKManggotanya belajar bagaimana bekerja dengan orang  lainbagaimana memahami pandangan  orang laindan bagaimana bekerja sama untuk mencapai tujuan.
c.       Perbaikankualitas


Memperbaiki    kualitas  adalah  suatu pekerjaan  yang tidak pernah selesaiGKM  merupakan suatu jawaban yang terbaik untuk memecahkan  masalah dan memperbaiki citra kualitas.
d.      Memperbaiki komunikasi dansikap
Komunikasi yang jelek mengakibatkan ketidakpuasan. GKM membantu memperbaiki komunikasi melalui aktivitas kelompok. GKMdapa tmembantu anggotanya lebih terbukadan mengubah lingkungan kerja serta mengembangkan suatu sikap yangmembantu..
e.       Reduksi pemborosan
Anggota GKM harus merubah kualitas dan mencari jalan bagaimana dapat mengurangi pemborosan dalam materialpengulangan pekerjaan dan pemborosan waktu..
f.        Kesempatan memecahkan masalah
GKM secara umum menawarkan anggota-anggotanya kesempatan yang  takterbatas untuk memecahkan masalah dan pada waktu yang bersamaan membuat mereka merasa menjadi bagian dari perusahaan.
g.      Bekerja dalam kelompok
Apabila anggota GKM mulai bekerja dalam gugus,maka cepat atau lambat semangat kelompok (timspirit) akan tercipta. Para anggota mulai mengenal dan memperhatikan satu sama laisehingga perasaan kebersamaan akan tercipta dengan sendirinya dalam kelompok.


C.    CARA MEMULAI KEGIATAN GUGUS KENDALI MUTU
Cara praktis saat akan tema dan judul ketika kita memulai kegiatan Gugus Kendali Mutu adalah sebagai berikut:
1.      Membuat undangan ke seluruh anggota Gugus untuk mengadakan pertemuan, menentukan tempat dan waktunya dan memastikan semua anggota menerima undangan dan memastikan juga semua bisa hadir dan membawa data-data pendukung tentang masalah yang dihadapi.
2.      Berkumpul di ruangan atau bisa di luar ruangan yang telah disepakati untuk memulai mengoleksi masalah.
3.      Mengumpulkan semua kertas yang berisi permasalahan tersebut dan memberi waktu 5 menit untuk memahami masalah-masalah yang sudah ada.
4.      Setelah yakin semua anggota mengerti dan memahami masalah yang dialami anggota lain maka segera mencari induk dari permasalahan yang ada.
5.      mencari kategori masalah yang lain dari Induk permasalahan yang sudah ada dan begitu seterusnya sampai semua masalah menjadi kelompok masalah yang lebih terkumpul.
6.      mengumpulkan lagi data-data yang menyertai dan dipilih salah satu permasalahan dan disepakati bersama untuk dijadikan  tema Gugus Kendali Mutu.
7.      Dari tema yang sudah disepakati dikupas lagi data-data yang kemudian memilih kerugian yang tertinggi yang diambil sebagai pengambilan Judul.
D.    PENILAIAN KINERJA GUGUS KENDALI MUTU
Penilaian gugus memerlukan tiga jenis pengukuran, yaitu:
1.      Ukuran produktivitas obyektif
Pengukuran produktivitas mencakup mutu, scrap, kuantitas, biaya marjinal, biaya prasarana, peralatan, keamanan kerja dan kecelakaan, perawatan, dan waktu kosong.
2.      Ukuran sikap subyektif mengenai pengaruh gugus terhadap organisasi
Sikap subyektif mengenai pengaruh gugus terhadap organisasi menggunakan kuesioner yang terdiri dari pertanyaan mengenai:
a.       gugus dan latihan (aspek teknis gugus)
b.      proses gugus (keberhasilan pemecahan masalah)
c.       efektivitas gugus
d.      sikap atau perasaan terhadap gugus dan organisasi
e.       pertanyaan mengenai identitas responden
3.      Analisis proses intern yang berlangsung dalam gugus
Proses gugus mencakup struktur, pengaruh, pemecahan persoalan, keterbukaan, dan pemantauan.
E.     CURAH PENDAPAT PEMECAHAN MASALAH DALAM GUGUS KENDALI MUTU
Curah pendapat adalah cara yang sangat efektif untuk mengumpulkan ide-ide atau pendapat yang sebanyak-banyaknya dari sekelompok orang atau peserta yang terlibat. Melalui cara ini diharapkan akan diperoleh masukan sebanyak-banyaknya dan menghasilkan pemikiran atau ide yang terbaik untuk dipilih dan ditindak lanjuti.
Dalam berbagai kegiatan pengelolaan mutu dalam hal ini Gugus Kendali Mutu, penggunaan curah pendapat mendapat porsi yang sangat besar terutama dalam upaya menelusuri penyebab suatu persoalan, sehingga dapat menggali sedalam-dalamnya untuk menemukan akar permasalahan.
Langkah-langkah menyumbangkan ide atau pendapat yaitu:
1.      Pimpinan menunjuk salah seorang anggota kelompok untuk memulai menyumbangkan ide atau pendapat kemudian diikuti yang lain termasuk pemimpin sendiri juga harus terlibat aktif.
2.      Dinamika penyampaian ide atau pendapat dilakukan secara bergiliran.
3.      Setiap orang hanya boleh mengungkapkan satu ide untuk satu kali putaran dan boleh mengungkapkan ide lagi apabila sudah tiba kembali pada gilirannya.
4.      Tidak dibenarkan untuk menyela, menanggapi atau mendiskusikan ide-ide atau pendapat yang dikemukakan.
5.      Setiap orang dalam kelompok diwajibkan untuk mendengarkan dengan baik semua ide yang dikemukakan masing-masing pihak agar dapat memanfaatkan ide orang lain.

6.      Bila saat giliran tiba, dirasakan belum ada ide yang muncul segera katakana pas atau lewati untuk memberi kesempatan pada orang berikutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar