Label

Foto (1) Tugas Akhir (2) Tugas Kuliah (21) Video (1)

Rabu, 26 April 2017

Identifikasi Bakteri Berbahaya Pada Jajanan Minuman

Add caption
LAPORAN PRAKTIKUM
MIKROBIOLOGI PANGAN
“Identifikasi Bakteri Berbahaya Pada Jajanan Minuman”



               Nama                      :  Darwin Hamente
               Stambuk                 :  D1C1 13 092
               Kelas                       :  TPG - B
                                       


PROGRAM STUDI TEKNOLOGI PANGAN
JURUSAN ILMU DAN TEKNOLOGI PANGAN
FAKULTAS TEKNOLOGI DAN INDUSTRI PERTANIAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
2015


I.     PENDAHULUAN
1.1.  Latar Belakang
Bakteri adalah organisme uniselluler dan prokariot serta umumnya tidak memiliki klorofil dan berukuran renik atau mikroskopik. Organisme ini paling banyak jumlahnya dan lebih tersebar luas dibandingkan makhluk hidup yang lain. Bakteri memiliki ratusan ribu spesies yang hidup di darat hingga lautan dan pada tempat-tempat yang ekstrim. Bakteri ada yang menguntungkan tetapi ada pula yang merugikan. Bakteri memiliki ciri-ciri yang membedakannya dengan mahluk hidup yang lain. Beberapa bakteri bagi tubuh manusia akan menyebabkan penyakit. Beberapa bakteri seringkali terjadi pada minuman yang berasal dari air sumur atau sungai, atau air kran yang belum diolah. Kesterilan dari bakteri untuk air minum sangat perlu di ketahui demi menjaga kesehatan.
Air merupakan materi yang sangat penting dalam kehidupan, baik tanaman, hewan maupun manusia. Kehidupan manusia tentu tidak terlepas dari kebutuhan akan air bersih terutama air minum. Selama ini kebutuhan akan air dipenuhi dari berbagai sumber antara lain air tanah, air sungai, air hujan, air pegunungan dan air laut yang diolah sedemikian rupa dan ditawarkan sebagai bahan baku air. Kebutuhan akan air semakin lama semakin meningkat sesuai dengan keperluan dan taraf kehidupan penduduk. Masalah utama yang harus dihadapi dalam pengolahan air adalah semakin tingginya tingkat pencemaran air.
Hampir di setiap jalan terdapat depot yang menjual air minum isi ulang. Namun kualitas air minum isi ulang masih diragukan karena diduga dapat terkontaminasi mikroba pathogen jika penanganan dan pengolahannya kurang baik. Pemeriksaan kualitas bakteriologis air minum dalam kemasan termasuk air minum isi ulang harus dilakukan pemeriksaan cemaran bakterinya secara berkala. Praktikum ini dilakukan untuk mengidentifikasi bakteri berbahaya yaitu Escherichia coli pada air minum yang sampelnya diambil dari depot air minum isi ulang.
1.2.  Tujuan
Tujuan dari praktikum identifikasi bakteri berbahaya pada jajanan minuman adalah untuk mengetahui identifikasi bakteri berbahaya pada jajanan minuman.

II.   TINJAUAN PUSTAKA
Bagi manusia, air minum adalah salah satu kebutuhan utama. Air minum yang ideal seharusnya jernih, tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau. Air minum pun seharusnya tidak mengandung kuman pathogen dan segala makhluk yang membahayakan kesehatan manusia. Tidak mengandung zat kimia yang dapat mengubah fungsi tubuh. Air itu seharusnya tidak korosif, tidak meninggalkan endapan pada seluruh jaringan distribusinya. Standar air minum yaitu suatu peraturan yang member petunjuk tentang konsentrasi berbagai parameter yang sebaiknya diperbolehkan ada di dalam air minum agar tujuan penyediaan air bersih dapat tercapai. Standar demikian akan berlainan dari Negara ke Negara, tergantung pada keadaan sosio-kultural termasuk kemajuan teknologi suatu Negara (Slamet, 1994).
Air minum isi ulang adalah air yang mengalami proses pemurnian baik secara penyinaran Ultraviolet, Ozonisasi, ataupun keduanya melalui berbagai tahap filtrasi untuk mendapatkan air bersih yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan. Pada era sekarang ini kesadaran masyarakat untuk mendapatkan air yang memenuhi syarat kesehatan semakin meningkat. Seiring dengan hal tersebut maka dewasa ini semakin menjamur pula Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) yang menyediakan air siap minum. Selain murah, air minum isi ulang juga bisa dijumpai di berbagai tempat, tetapi kemungkinan besar bisa ditumbuhi bakteri. Hal ini disebabkan karena tidak semua DAMIU melakukan pengolahan secara tepat dan benar, misalnya  kualitas air baku yang digunakan, jenis peralatan yang digunakan, perawatan peralatan dan penanganan air hasil pengolahan. Selain itu pengolahan air minum di DAMIU tidak seluruhnya dilakukan secara otomatis sehingga dapat mempengaruhi kualitas air yang dihasilkan (Athena et al., 2003).
Pemeriksaan kualitas bakteriologis air minum dalam kemasan termasuk air minum isi ulang harus dilakukan pemeriksaan cemaran bakterinya secara berkala. Dalam lampiran Kepmenkes No. 907 tahun 2002 ditetapkan bahwa pemeriksaan kualitas bakteriologi air minum dalam kemasan dan air minum isi ulang disebutkan bahwa pemeriksaan bakteriologis air baku untuk air minum harus dilakukan setiap 3 bulan sekali sedangkan untuk air minum yang siap dimasukkan ke dalam kemasan minimal 1 kali setiap bulan (Radji et al., 2008).
Data Departemen Kesehatan (2004), syarat-syarat air minum adalah tidak berasa, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak mengandung logam berat. Air dari sumber alam dapat diminum oleh manusia tetapi masih terdapat resiko bahwa air ini telah tercemar oleh bakteri (misalnya bakteri Escherichia coli) atau zat-zat berbahaya (Suprihatin, 2003).
Escherichia coli adalah bakteri yang merupakan bagian dari mikroflora yang secara normal ada dalam saluran pencernaan manusia dan hewan berdarah panas. Escherichia coli juga merupakan bakteri indikator kualitas air karena keberadaannya di dalam air mengindikasikan bahwa air tersebut terkontaminasi oleh feses, yang kemungkinan juga mengandung mikroorganisme enterik patogen lainnya. Escherichia coli menjadi patogen jika jumlah bakteri ini dalam saluran pencernaan meningkat atau berada di luar usus (Brooks et al., 2004). 

III.   METODOLOGI PENELITIAN
3.1.  Tempat dan Waktu
Praktikum identifikasi bakteri berbahaya pada jajanan minuman dilaksanakan di Laboratorium UPT Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo, pada hari selasa tanggal 19 Mei pukul 01.30 – 03.30 WITA.
3.2.  Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan pada identifikasi bakteri berbahaya pada jajanan minuman adalah sampel jajanan minuman yaitu air depot, media EMBA dan aquades steril. Sedangkan alat yang digunakan adalah jarum ose dan cawan petri.
3.3.  Prosedur kerja
Prosedur kerja yang dilakukan pada praktikum identifikasi bakteri berbahaya pada jajanan minuman adalah sebagai berikut:
1.    Memanaskan media EMBA yang telah dibuat sebelumnya, kemudian dituang ke dalam cawan petri steril.
2.    Setelah media memadat, dilakukan teknik pengenceran berisi untuk masing-masing sampel seperti pada praktikum II.
3.    Menginkubasi selama 48 jam.
4.    Koloni warna hijau metalik mencirikan koloni E. coli.

IV.   HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1.  Hasil

Hasil pengamatan praktikum identifikas bakteri berbahaya  pada jajanan minuman adalah sebagai berikut:







Keterangan : A. Hasil pengamatan Depot Ranting Rawa, B. Hasil pengamatan Depot Permata Rani, C. Hasil pengamatan depot Risa.
4.2.  Pembahasan
Kebutuhan masyarakat akan air minum terus meningkat seiring dengan cepatnya pertumbuhan jumlah penduduk, sehingga masyarakat terdorong untuk mencari alternatif lain guna memenuhi kebutuhan akan air minum salah satunya dengan air minum isi ulang. Beberapa hal yang dapat mempengaruhi kualitas air minum isi ulang yaitu hygiene dan sanitasi depot, sarana pengolahan, dan proses pengolahan air minum isi ulang. Proses pengolahan air minum isi ulang yang saat ini dilakukan diberbagai depot yang ada di masyarakat yaitu proses ozonisasi, ultraviolet (UV), dan reversed osmosis (RO).
Identifikasi bakteri merupakan langkah untuk mencari dan menentukan nama dari suatu isolat bakteri berdasarkan morfologi dan uji biokimia sehingga dapat ditentukan spesies bakteri tersebut. Di dalam laboratorium dilakukan pengelolaan spesimen yang dimulai dari penanaman spesimen, isolasi dan identifikasi. 
Media EMBA merupakan media padat yang mengandung eosin dan methylen blue yang dapat dipergunakan untuk menentukan jenis bakteri E. coli dengan menggunakan hasil tes positif di dalam cawan petri. Escherichia coli akan tampak dengan warna hijau metalik atau warna ungu ditengah koloni bakteri.
Escherichia coli adalah bakteri yang merupakan bagian dari mikroflora yang secara normal ada dalam saluran pencernaan manusia dan hewan berdarah panas. E. coli juga merupakan bakteri indikator kualitas air karena keberadaannya di dalam air mengindikasikan bahwa air tersebut terkontaminasi oleh feses, yang kemungkinan juga mengandung mikroorganisme enterik patogen lainnya. E. coli menjadi patogen jika jumlah bakteri ini dalam saluran pencernaan meningkat atau berada di luar usus.
Dari hasil praktikum identifikasi bakteri berbahaya pada jajanan minuman, yaitu pada sampel air minum yang diambil dari depot Ranting Rawa, depot Permata Rani dan depot Risa, setelah di inkubasi selama 48 jam pada media EMBA dinyatakan bahwa positif mengandung bakteri Escherichia coli dengan memperlihatkan warna ungu ditengah koloni bakteri. Hal ini disebabkan karena para pemilik depot air minum tersebut tidak melakukan pengolahan secara tepat dan benar, misalnya  kualitas air baku yang digunakan, jenis peralatan yang digunakan, perawatan peralatan dan penanganan air hasil pengolahan. Selain itu pengolahan air minum di depot air minum tidak seluruhnya dilakukan secara otomatis sehingga dapat mempengaruhi kualitas air yang dihasilkan.
Berdasarkan hasil pengamatan pada sampel air minum dari depot Ranting Rawa, depot Permata Rani dan depot Risa terdapat perbedaan jumlah koloni bakteri Escherichia coli yaitu jumlah koloni terbanyak pada depot Risa dan jumlah koloni paling sedikit pada depot Ranting Lawa. Hal tersebut kemungkinan dapat disebabkan oleh kondisi yang kurang bersih sehingga jumlah bakteri dalam air minum dapat meningkat.

V.   PENUTUP
5.1.  Kesimpulan
Identifikasi bakteri berbahaya pada air minum dengan menggunakan media EMBA pada sampel air minum yang diambil dari depot Ranting Rawa, depot Permata Rani dan depot Risa dapat disimpulkan bahwa terdapat bakteri Esherichia coli  dalam sampel air minum tersebut.
5.2.  Saran
Saran saya pada praktikum identifikasi bakteri berbahaya pada jajanan minuman adalah diharapkan kepada masyarakat sebagai konsumen air minum isi ulang dan para pemilik Depot Air Minum Isi Ulang (DAMIU) agar dapat melakukan pemeliharaan dan perbaikan secara terus menerus dalam penanganan dan pengolahan air minum isi ulang secara baik, sehingga terhindar dari pencemaran bakteri berbahaya.

DAFTAR PUSTAKA
Athena, Sukar, Hendro, Anwar, dan Haryono, 2003. Kandungan Bakteri Total Coli dan Escherichia Coli/Fecal Coli pada air minum dari depot air minum isi ulang di Jakarta, Tangerang, dan Bekasi. Puslitbang Ekologi Kesehatan: Jakarta.
Brooks, Butel, Morse and Ornston, 2004. Jawetz, Melnick & Adleberg’s Mikrobiologi Kedokteran  Edisi 20. EGC: Jakarta.
Slamet, 2002. Kesehatan lingkungan. Gajah Mada University  Press: Yogyakarta.
Suprihatin, 2003. Sebagian Air Minum Isi Ulang Tercemar Bakteri Coliform. Tim Penelitian Laboratorium Teknologi dan Manajemen lingkungan IPB: Jakarta.
Radji, Oktavia dan Suryadi 2008. Mikrobiologi dan Bioteknologi. Departemen Farmasi FMIPA UI: Jakatra.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar